Ini Dia Gadis Cantik Penjual Cilok yang Viral

Jagad media sosial di Solo Raya, sekitar sepekan terakhir ini dihebohkan dengan penjual cilok cantik.

Dialah Utari Nur Alina, penjual cilok di pinggir jalan raya Mangu, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.




Viralnya foto penjual cilok cantik itu pun membawa berkah bagi Utari Nur Alina.

Pasalnya, dagangan ciloknya kini semakin laris dan bahkan meningkat 4 hingga 5 kali lipat.

“Saya bersyukur, alhamdulillah. Nggak nyangka gitu loh, kan dulunya susah gitu, tetapi sekarang ya alhamdulillah,” ucap Utari Nur Alina, disela-sela berjualan cilok, Jumat (8/11/2019).

Utari berjualan cilok di jalan raya Mangu, tepatnya di sebelah barat bandara Adi Soemarmo, Boyolali.

Setiap harinya, gadis berumur 19 tahun itu mulai jualan sejak pukul 15.30 WIB.

Gadis asal Jatipurno, Wonogiri ini menceritakan, setelah lulus SMA, kemudian ikut kakaknya yang bertempat tinggal di Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.

Dia ikut kursus di Balai Latihan Kerja (BLK) Solo, dengan mengambil jurusan tata boga. Disela-sela mengikuti kursus pembuatan roti dan kue itulah, Utari berjualan.




“Setelah lulus sekolah, disini ikut kursus di BLK (Solo), jurusan tata boga. Kan saya ingin mengisi waktu luang saya. Saya punya greget oingin jualan gitu. Saya bertekad ingin jualan,” ujar dia.

Baca Juga :   Inilah Wanita yang Dinikahkan Langsung Oleh Allah SWT

Cilok menjadi pilihannya untuk berdagang. Lokasi yang dipilih yakni di pinggir jalan raya Mangu, Ngemplak, Boyolali, tepatnya di sebelah barat bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Di lokasi tersebut juga ada kakaknya yang jualan bakso bakar.

“Sejak awal Juni (2019) lalu,” jelasnya.

Sebelumnya kakaknya, Novi, yang berjualan di tempat tersebut. Kemudian dia melanjutkan sekaligus membantu untuk mengembangkan jualan cilok tersebut. Sedangkan Novi menjadi ibu rumah tangga di rumah.

Dia mengaku awal berjualan cilok juga tidak mudah. Bahkan, kadang tidak habis dan dibawa pulang.

“Awal-awalnya ya susah gitu, tetapi lama kelamaan ya alhamdulillah,” imbuh dia.

Apalagi, sejak fotonya berjualan cilok viral di media sosial sekitar satu pekan lalu, dagangannya semakin laris. Bahkan, saat ini sehari bisa habis 20-25 kilogram tepung.

“Sekarang habisnya 20-25 kg per hari. Sebelumnya 4-6 kg, itu saja kadang-kadang saya bawa pulang (tidak habis). Semakin ramai,” kata gadis berparas cantik bersih ini.

Dia berjualan sejak pukul 15.30 WIB sampai menjelang waktu magrib.

“Dulu juga mulai jam setengah 4 sampai habis magrib, tapi kadang-kadang saya bawa pulang, nggak habis semua.”

Karena dagangannya semakin ramai, dia pun kini tak sendirian. Ada sejumlah kerabat yang membantunya menghangatkan cilok di lokasi jualan.

Baca Juga :   Pernahkah Rosulullah SAW Berjabat Tangan Seusai Solat?

Dia pun membawa tiga dandang untuk menghangatkan cilok secara bergantian.

Utari menyatakan berkeinginan terus berjualan dan mengembangkan usaha dagangan cilok.

Sementara seorang konsumen, Irvan, asal Banyudono, Boyolali mengaku sengaja datang untuk membeli cilok karena penasaran, setelah viral di media sosial.

Sumber: detik.com


Leave a Reply

Your email address will not be published.