Membicarakan Kekurangan Pasangan Sama Dengan Membuka Aib Anda Sendiri

Sekarang sedang ramai ibu-ibu yang secara vokal membuat video keinginan untuk jalan-jalan dan senang-senang, yang jelas terlihat merasa kurang bahagia dengan keadaan yang sedang dialami.

Menyalahkan suami yang ‘kurang kasih uang’, kurang bisa membahagiakan, pokoknya kurang sedap di dengar menurut saya.



Mungkin bagi sebagian orang, merasa terhibur, tertawa, bahkan menuliskan nama akun media sosial pasangannya pada kolom komentar dengan maksud memberikan kode. Bahwa: “ini loh mas suara hati aku, kamu harus tahu!”

Kemudian sang istri menyalahkan suami karena lebih senang bermain Mobile Legend, PUGB atau memancing dibandingkan mengajak istrinya jalan-jalan. Seakan suami telah lalai mengabaikan istrinya.

Duhai Wanita pilihan, saya sangat meyakini bahwa suami pekerja keras sangat khawatir jika anak dan istrinya tidak bisa makan di esok harinya. Untuk itu dia bekerja keras bahkan sampai lupa pada dirinya sendiri.



Bahkan seakan mencari hiburan sendiri dengan mainannya. Jangan salahkan mereka. Karena mereka hanya memiliki hiburan kecil setelah letihnya bekerja dan hiburan mereka masihlah terjangkau untuk tidak menghabiskan uang untuk sekali jalan.

Suami dan istri layaknya pakaian dan tubuh dimana pakaian memiliki kegunaan untuk menutup aurat, memperindah diri bahkan membuat tubuh merasa lebih tenang jika ada pakaian yang menutupinya.

Baca Juga :   Ingin Dapat Jaminan Rumah di Surga? Lakukan 11 Amalan

Sekarang jika pasangan membuka bobroknya pasangannya sama dengan menunjukkan bobroknya dirinya. Karena suami dan istri adalah satu kesatuan dalam rumah tangga.

Jagalah lisan kita agar rumah tangga kita mencapai keridhoan-Nya. Bukankah cita-cita rumah tangga adalah Sakinnah, Mawaddah dan Warrohmah? Jangan sampai kita melukai cita-cita yg dibangun dengan cekcok adu video saling membela kesalahan yang dicari-cari.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’.” (QS. al-Furqaan [25]:74)

Sumber: Wiranata


Leave a Reply

Your email address will not be published.