Heboh Video Bayi ‘Monster’ Makan Usus Ibunya, Ini Fakta Sebenarnya

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video seorang bayi di dalam kandungan yang diduga memakan usus ibunya sendri hingga tewas. Setelah dilahirkan, bayi tersebut pun terlihat berbeda dari bayi pada umumnya.

Sebuah cuitan dan video itu diunggah oleh akun @RaisaTjokrodnta pada Rabu 27 November 2019 lalu. Akun tersebut bahkan menyebutkan bayi tersebut terpaksa dibunuh oleh dokter.



“Bayi di India ini 11 bln dlm perut ibunya. Habis usus ibunya dimakan oleh Bayi ini, kemudian dokter mengoprasi ibunya untuk mengeluarkan Bayi ini. Bayi ini lahir dgn berat 8 kg, stlh 3 jam bertambah naik beratnya menjadi 13 kg. Bayi ni kemudian dibunuh, dokter dgn 17x suntikan,” tulis akun @RaisaTjokrodnta.


Usut punya usut, peristiwa itu memang terjadi di India. Namun, bukan karena ia monster yang memakan usus ibunya hingga harus dibunuh. Melainkan, bayi itu bayi prematur yang dilahirkan seorang perempuan di India pada 2017 lalu.



Dilansir Buzznigeria, ibunya berusia 28 tahun. Melihat kondisi anaknya yang seperti itu, ia kecewa dan bahkan menolak menyusui bayinya yang terlihat bak monster.

Baca Juga :   Jangan Tergesa Memutuskan Operasi Caesar, Bisa Jadi Ada Gangguan Jin di Rahim

Orang tua sang bayi menyatakan jika mereka trauma dengan kelahiran tersebut dan merasa jika sang anak telah dikutuk. Ketika bayi itu dibawa pulang, ibunya bahkan menolak memeluk dan menyusuinya.

“Saya tidak tahu bagaimana ini terjadi. Saya dan keluarga benar-benar hancur. Saya shock karena saya benar-benar berharap menjadi ibu dari anak yang sehat, baik itu perempuan maupun laki-laki,” ucap perempuan yang tak mau disebutkan namanya itu.

Menurut informasi, bayinya mengalami kondisi genetik yang dikenal sebagai harlequin lchthyosis. Harlequin lchthyosis merupakan kelainan genetik yang amat langka sehingga menyebabkan tubuh tidak memiliki kulit.

Dokter setempat percaya jika hidup bayi itu tidak berlangsung lama. Sebab faktanya non organ-organ itu telah dikembangkan dengan baik dan probabilitas kelangsungan hidup kasus tersebut hanya satu dari 10 juta.

Benar saja, tak lama kemudian bayi tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Sumber : minews.id


Leave a Reply

Your email address will not be published.