Masya Allah! Campuran Air Dingin dan Madu Jadi Sarapan Favorit Rasulullah

Bukan nasi atau roti, semasa hidup Rasulullah selalu mengonsumsi segelas air dingin dan madu sebagai menu sarapan. Ia juga menyantap kurma di pagi hari.

Sebagai teladan bagi umat Muslim, pola hidup Rasulullah menjadi contoh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bukan hanya urusan ibadah, soal pola makan ala Rasulullah juga bisa jadi contoh yang baik.



Misalnya saja dalam hal pilihan menu makan sarapan. Menurut para sahabat, Rasulullah menyantap menu sarapan yang super simpel. Bukan makanan olahan melainkan hanya segelas air dingin yang diberi sedikit madu.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut menu sarapan favorit Rasulullah serta pola makan sehat yang bisa diikuti.

1. Sarapan Air Dingin dan Madu
Setiap pagi, Rasulullah selalu menggunakan siwak untuk membersihkan gigi dan mulutnya. Kegiatan ini dilakukan setelah bagun pagi. Selain untuk membersihkan mulut dan gigi, siwak juga merkhasiat menjaga kesehatan mulut.

Rasulullah membuka hari dengan mengonsumsi segelas air dingin yang ditambah satu sendok madu. Madu yang digunakan ini adalah madu alami yang tidak dicampur bahan apapun. Dalam Al-Quran dijelaskan bahwa madu adalah obat untuk segala penyakit.

Jika dikonsumsi pagi hari, madu diketahui memiliki khasiat untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus setelah istirahat semalaman dan juga meenyembuhkan sembelit. Kebiasaan minum air dingin dan madu ini bisa menjadi contoh yang baik untuk kesehatan pencernaan.

“Minuman yang paling disukai Rasulullah saw adalah minuman manis yang dingin.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi `Umar, dari Sufyan, dari Ma’mar, dari Zuhairi, dari `Urwah, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)



2. Makan 7 Butir Kurma
Memasuki waktu dhuha yakni pagi menjelang siang, Rasulullah memilih kurma sebagai santapannya. Beliau selalu mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa yang sudah matang sebagai sumber energi sekaligus sebagai penangkal racun.

Rasulullah pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tuuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun.”

Suatu hari seorang wanita Yahudi pernah menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan. Meski makanan ini disantap, tubuh Rasulullah tidak terpengaruh racun ini karena kandungan kurma yang disantapnya.

Seorang sahabat Rasulullah bernama Bisyir abu al Barra yang ikut menyantap makanan ini akhirnya meninggal dunia. Kandungan dalam kurma ini terbukti ampuh menetralisir racun.

3. Minum Air Zam-zam
Rasulullah selalu menikmati air zamzam semasa hidupnya. Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’ dari Husyaim dari Ashim al Ahwal yang bersumber dari Ibnu Abbas diketahui Rasulullah menikmati air zamzam sambil berdiri.

“Sesungguhnya Rasulullah saw minum air zamzam sambil berdiri.”

Ketika minum, Rasulullah menarik nafas tiga kali pada bejana saat sedang minum. “Sesungguhnya Rasulullah menarik nafas tiga kali pada bejana bila Beliau minum. Beliau bersabda : “Cara seperti ini lebih menyenangkan dan menimbulkan kepuasan.” (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dan diriwayatkan pula oleh Yusuf bin Hammad,keduanya menerima dari `Abdul Warits bin Sa’id, dari Abi `Ashim, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.).

4. Makan Roti Dengan Cuka dan Minyak Zaitun
Semasa hidup, Rasulullah tidak biasa menyantap roti di pagi hari. Ia justru memilih makan roti saat petang menjelang. Roti yang dinikmatinya ini disantap dengan cuka dan minyak zaitun.

Abdurrahman bin Yazid dan al Aswad bin Yazid bersaudara, keduanya rawi yang tsiqat. “Rasulullah tidak pernah makan di atas meja dan tidak pernah makan roti gandum yang halus, hingga wafatnya.” Rasulullah juga mengatakan saus yang paling enak adalah cuka. “Sesungguhnya Rasulullah bersabda: “Saus yang paling enak adalah cuka.”

Selain cuka, Rasulullah juga menyantap roti dengan minyak zaitun. Rasulullahbersabda : “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”

5. Tidak Banyak Makan Karbohidrat
Rasulullah tidak mengasup banyak karbohidrat sepanjang hari. Saat malam hari menu makanannya adalah sayur-sayuran.

Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa di Mesir, keduanya ini mirip dengan sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilah ini cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan intinya adalah sayur-sayuran.

Secara umum, berbagai jenis sayuran memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan. kandungan serat dan nutrisi dalam sayuran mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan, melindungi tubuh dari serangan penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh.

Sumber: detik.com