Membaca Al-Qur’an Dengan Huruf Latin, Bolehkah?

Membaca al-qur’an memiliki keutamaan besar dan pahala yang luar biasa. Nabi bahkan mengabarkan bahwa pahalanya akan dihitung setiap hurufnya.

Masalahnya, bagaimana dengan seorang muslim yang belum bisa membaca al-Qur’an? Apakah membaca al-Quran dengan huruf latin atau teks bahasa Indonesia bisa mendapat pahala juga? Bagaimana pula jika membaca terjemahannya?

data-ad-slot="4157072098"
data-ad-format="auto"
data-full-width-responsive="true">

Tidak ada orang yang membaca al-quran dengan huruf latin kecuali dia buta aksara Arab. Sebenarnya cara itu tidak dapat diterima bahkan cenderung malah menyesatkan. Sebab karakter huruf Arab sangat jauh berbeda dengan huruf latin.

Malah Kalau boleh dibilang semua huruf Arab itu tidak ada padanannya dalam huruf latin. Tidak ada orang yang bisa menyebutkan huruf Syin seperti dalam kata syajaroh.

Kecuali Dia belajar dulu membunyikannya didepan seorang yang ahli membaca al-quran. Sebab huruf itu punya karakter sifat dan cara membunyikan yang spesifik unik dan tidak ada padanannya dalam bahasa Latin.

Demikian juga tidak ada orang yang bisa menyebutkan huruf Ain seperti dalam kata ibadah huruf Ain “ع”   itu tidak bisa diwakili oleh koma atau apostrof atau apapun. Karena huruf Ain itu punya karakter sifat dan cara melepaskan yang teramat baik hanya orang yang belajar al-quran dengan guru saja.

Yang bisa melepaskan dengan benar karena itulah Alquran tidak pernah diajarkan lewat tulisan dan huruf. Alquran diajarkan lewat oral system atau lewat perantara native speaker.

Apakah Membaca al-Qur’an Dengan Huruf Latin Bisa Mendapatkan Pahala?
Jika membaca al-quran dengan mengeja huruf latinnya bisa menimbulkan kesalahan dan merusak bacaan. Maka maksud ingin dapat pahala tak tercapai justru yang didapat malah dapat dosa.