Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 7-10: Manusia di Akhirat Kelak Dibagi Menjadi Tiga Golongan

Di ayat sebelumnya, Allah menyatakan bahwa kelak hari kiamat akan terjadi dan saat itu manusia tidak dapat mengelak lagi dari keberadaan hari kiamat. Allah kemudian menunjukkan gambaran terjadinya hari kiamat. Di ayat 7-10 Allah menerangkan bagaimana saat itu manusia terbagi-bagi sesuai amal perbuatannya.

Allah berfirman:



وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً () فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ () وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ () وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ

Wakuntum azwajan tsalatsah. Faashabul maimanati ma ashshabul maimanah. Waashshabul masyamati ma ashhabul masyamah. Wassabiqunas sabiqun.

Artinya:

“Dan kamu menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu. (QS: Al-Waqi’ah ayat 7-10)

Imam Jalaluddin Al-Mahalli dalam Tafsir Jalalain menyatakan bahwa dalam ayat 7, kata wakuntum (dan kamu menjadi) maksudnya adalah pada saat Hari Kiamat. Sedang kata azwajan maknanya adalah ashnafan (beberapa golongan).



Lebih lanjut, Imam As-Shawi dalam Syarah Tafsir Jalalain menerangkan, kata ganti orang kedua dalam kata kuntum ditujukan pada seluruh makhluk yang dibebani melaksanakan syariat Islam.

Secara tidak langsung sang pengucap menyatakan: “Kalian dengan mempertimbangkan tabiat serta akhlak kalian di dunia, akan terbagi menjadi tiga golongan”.

Selanjutnya al-Mahalli menerangkan, golongan kanan adalah orang-orang yang menerima buku catatan amal dari arah kanan, sedang golongan kiri adalah orang-orang yang menerima buku catatan amal dari arah kiri. Sedang kata ma dalam ayat 8 dan 9 adalah kata tanya, yang tidak digunakan untuk makna sebenarnya (hakikat).

Ma pada ayat 8 menunjukkan mulianya keadaan golongan kanan dengan masuknya mereka ke surga, sedang ma pada ayat 9 menunjukkan hinanya golongan kiri sebab masuknya mereka ke neraka. Sedang pengulangan kata as-sabiqun di ayat 10 menunjukkan pentingnya persoalan golongan ini.

Di ayat 7-10 Allah menerangkan lebih detail tentang keadaan manusia. Manusia tidak sekedar panik dan kemudian mati tanpa mengalami satu apapun setelahnya. Seluruh manusia kelak dibangkitkan dan mereka terbagi atas tiga golongan. Yaitu, golongan baik yang disimbolkan dengan golongan kanan; golongan buruk yang disimbolkan golongan kiri; terakhir adalah golongan pilihan diantara golongan baik.

Para ulama bersilang pendapat tentang siapakah golongan ketiga yang disebut-sebut As-Sabiqun tersebut? Ada yang menyatakan bahwa mereka adalah para Nabi. Ada yang menyatakan mereka adalah yang buru-buru beriman saat munculnya kebenaran. Ada yang menyatakan mereka adalah yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Dan adapula yang menyatakan mereka adalah yang buru-buru memperoleh keutamaan amal.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibn Katsir berkomentar mengenai golongan terakhir tersebut. Bahwa mereka adalah golongan paling dahulu di hadapan Allah. Mereka golongan paling khusus, paling istimewa dan paling dekat di antara golongan kanan. Mereka adalah tokoh utama golongan kanan. Di dalamnya ada para Rasul, para Nabi, orang-orang yang kuat imannya serta orang-orang yang mati syahid. Mereka adalah jenis paling sedikit di antara golongan kanan.

Sumber : islami.co