Bolehkah Berkurban Bagi Orang yang Sudah Wafat?

Waktu untuk pelaksanaan ibadah kurban kian dekat, seiring dekatnya masa berhaji dan hari raya Idul Adha. Umat Islam pun bersiap untuk menyambut bulan Dzulhijah, penghujung bulan dalam kalender hijriah, waktu bagi pelaksanaan semua ibadah yang disebutkan tadi.

Pada saat jemaah melaksanakan haji di tanah suci, umat Islam di berbagai penjuru dunia pun larut dalam sukacita berbagai momen ibadah, mulai dari puasa Arafah, shalat Idul Adha hingga kurban.

Tak sedikit yang mempersiapkan hewan ternak terbaiknya untuk disembelih di hari raya kurban ini. Bahkan, ada pula yang berkurban atas nama keluarganya yang telah tiada.

Terkait hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Sholahuddin Al Aiyub menyampaikan, jika ada umat Islam yang ingin berkurban atas nama orang yang sudah meninggal, maka hukumnya dibolehkan.

KH Sholahuddin menjelaskan, berkurban untuk orang yang telah meninggal hukumnya boleh dilakukan. Syaratnya saat menyembelih hewan qurban diniatkan untuk almarhum atau almarhumah yang sudah meninggal.

Ia mengatakan, pada saat menyembelih hewan kurban diniatkan pahalanya untuk orang yang sudah meninggal itu. “Dan pahala kurban itu sampai kepada mereka yang sudah meninggal,” kata KH Sholahuddin, seperti dikutip dari Republika, Jumat (17/7/2020).

Ia menerangkan, ada hadis yang menjelaskan, suatu ketika ada orang yang masih hidup ingin menghajikan orang yang telah meninggal, orang tersebut bertanya kepada Rasulullah. Rasulullah menjawab bahwa menghajikan orang yang telah meninggal bisa dilakukan.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1xbet casino siteleri betpasbahçeşehir escort bahçeşehir escort escort beylikdüzü esenyurt escort büyükçekmece escort toopla.com avcılar escort cossinc deneme bonusu