4 Ayat Surah An-Nisa yang Lebih Baik dari Dunia dan Isinya

Sesungguhnya rahmat Allah Ta’ala dekat pada orang-orang yang berbuat baik. Demikian firman Allah dalam Al-Qur’an. Dalam satu hadis disebutkan bahwa Allah mempunyai 100 rahmat.

Diturunkan ke bumi hanya satu rahmat untuk penduduk dunia, maka itu mencukupi hingga habis ajal mereka.

Allah akan mencabut rahmat itu yang satu pada hari kiamat untuk menggenapkan pada yang 99 untuk diberikannya kepada para wali dan ahli taat kepada-Nya.

Ulama ahli fiqih dan pakar hadis, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam Kitab Tanbihul Ghafilin mengabarkan kepada kaum muslimin bahwa ada 4 ayat yang lebih dari dunia dan seisinya. Ini berkaitan dengan rahmat Allah yang Maha Luas.

Setiap mukmin sudah selayaknya bersyukur atas rahmat Allah yang telah memuliakan mereka dengan banyak kebaikan. Karena itu, siapa yang mengharapkan rahmat Allah maka bersungguh-sungguhnya dalam beramal.

Berikut ayat yang menjadi kabar gembira bagi kaum mukmin sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA, beliau berkata: “Empat ayat Surah An-Nisa bagi kaum muslimin lebih baik dari dunia seisinya.”

1. إِن تَجْتَنِبُوا۟ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلًا كَرِيمًا

In tajtani bu kabaa ira maa tunhauna anhu nukaffir ankum sayyiaatikum wanud khilkum mud kholan kariima.

Artinya:
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (Surat An-Nisa Ayat 31)

2. إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

Innallaha laa yagh firu an yusy roka bihi wayagh firu maa duna dzalika liman yasaa’u, waman yusy rik billahi faqadiftara itsman adziima.

Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Surat An-Nisa Ayat 48)

3. وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ جَآءُوكَ فَٱسْتَغْفَرُوا۟ ٱللَّهَ وَٱسْتَغْفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُوا۟ ٱللَّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

Walau annahum idzzhalamu anfusahum jauka fas taghfarullaha was taghfara lahumurraluuhu lawajadullaha tawwabar rahima.

Artinya:
Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad SAW), lalu memohon ampun kepada Allah dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Mahapenerima taubat lagi Mahapenyayang. (Surah An-Nisa Ayat 64)

4. وَمَن يَعْمَلْ سُوٓءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُۥ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ يَجِدِ ٱللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا

Waman ya mal suu’a au yadh lim nafsahu tsumma yas tagh firillaha yajidillaha ghafuu ra rahima.

Artinya:
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Surat An-Nisa Ayat 110)

Jabir bin Abdillah An-Anshari RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Syafaatku untuk orang-orang yang berdosa besar dari ummatku, siapa yang mendustakannya tidak akan mencapainya.”

Jabir RA berkata: “Orang yang tidak berdosa besar tidak memerlukan syafaat sebagaimana ayat di atas”.

Source: sindonews.com

(Visited 12 times, 1 visits today)