Para Jendral Dibunuh, Mengapa Jendral Soeharto Tidak Diculik dan Dibunuh PKI?

 

Oditur Letkol CKH Sianturi SH, dalam sidang yang berlangsung 13 Juni 1978, menuntut tertuduh Latief dengan hukuman mati, karena terbukti bersalah mengadakan makar serta akan menggulingkan pemerintahan yang sah. Tertuduh Latief sedang berdiri mendengarkan tuntutan dari Oditur Sianturi. Oditur Letkol CKH Sianturi SH, dalam sidang yang berlangsung 13 Juni 1978, menuntut tertuduh Latief dengan hukuman mati, karena terbukti bersalah mengadakan makar serta akan menggulingkan pemerintahan yang sah. Tertuduh Latief sedang berdiri mendengarkan tuntutan dari Oditur Sianturi.

Tak cuma itu, Latief bahkan melapor ke Mayjen Soeharto yang kala itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat.

Langkah ini dilakukan Latief setelah laporannya tak ditanggapi oleh Pangdam Jaya Mayjen Umar Wirahadikusumah dan Pangdam Brawijaya Mayjen Jenderal Basoeki Rachmat.

Latief mengaku sudah beberapa kali mewanti-wanti adanya upaya kudeta oleh Dewan Jenderal.

Menurut Latief, Soeharto hanya bergeming mendengar informasi itu. Bahkan di malam 30 September 1965, Soeharto mengabaikan Latief yang menyampaikan rencananya menggagalkan kudeta.

Soeharto sendiri mengakui ia bertemu dengan Latief menjelang peristiwa G30S. Namun ia memberikan kesaksian yang berganti-ganti.

Dalam wawancara dengan Der Spiegel pada 19 Juni 1970, Soeharto mengaku ditemui di RSPAD Gatot Subroto oleh Latief pada malam 30 September 1965.

Soeharto tengah menjaga anak bungsunya, Hutomo Mandala Putra alias Tommy yang dirawat karena luka bakar akibat ketumpahan sop panas.

Namun katanya, Latief tidak memberi informasi apa-apa, malah akan membunuhnya saat itu juga.

“Dia justru akan membunuh saya. Tapi karena saya berada di tempat umum, dia mengurungkan niat jahatnya itu,” kata Soeharto.

Namun dalam otobiografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1988), Soeharto mengaku hanya melihat Latief dari kejauhan dan tak sempat berinteraksi.

Soeharto menjadi pahlawan

Setelah peristiwa G30S, suasana memanas. PKI dianggap sebagai dalang. Presiden Sukarno juga tak melakukan apa-apa.

Dokumen pemberitaan KOMPAS, 11 Maret 1971, mengenai pernyataan Soeharto yang menjelaskan keluarnya Surat Perintah 11 Maret.Dok. KOMPAS Dokumen pemberitaan KOMPAS, 11 Maret 1971, mengenai pernyataan Soeharto yang menjelaskan keluarnya Surat Perintah 11 Maret.

Masyarakat sipil, mahasiswa, dibantu tentara, menggelar berbagai demonstrasi besar-besaran menuntut PKI dibubarkan dan ekonomi diperbaiki.

Puncaknya pada 11 Maret 1966. Soeharto yang saat itu menjabat Panglima Angkatan Darat meminta Sukarno memberi kuasa untuk mengatasi keadaan.

Permintaan yang dikenal dengan Supersemar (Surat Perintah 11 Maret) itu membuka jalan bagi Soeharto untuk mengambil kekuasaan dari Sukarno.

Soeharto muncul sebagai pahlawan. Ia menumpas PKI dan menjadi presiden.

Kekejaman yang sesungguhnya terjadi belakangan: setidaknya 500.000 orang yang dituduh PKI atau simpatisannya, dihabisi di berbagai penjuru Indonesia.

Yang lebih beruntung, berakhir di penjara selama puluhan tahun. Seperti Latief yang merasa dikhianati oleh Soeharto.

“Jadi siapa yang sebenarnya telah mengakibatkan terbunuhnya para jenderal tersebut? Saya yang telah memberi laporan lebih dulu kepada Jenderal Soeharto? Atau justru Jenderal Soeharto, yang sudah menerima laporan tetapi tidak berbuat apa-apa?” kata Latief dalam kesaksiannya.

“Nyatanya, sama sekali tidak pernah ada langkah-langkah untuk menambah penjagaan. Sebaliknya, setelah Peristiwa G30S meletus, selain menghantam G30S dan juga membantai ribuan rakyat yang sama sekali tidak tahu apa-apa, mereka bertiga (Soeharto, Umar Wirahadikusumah, dan Basuki Rachmat) kemudian malahan bersama-sama menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno,” ujar Latief.

Artikel asli : kompas.com

(Visited 2,430 times, 4 visits today)

1 Comment

  1. SOEHARTO itu Sejatinya adlh (Calon) Presiden Pilihan (CIA) Amerika. Buktinya Apa? Kan udh jelas diSebutkan jika Kolonel LATiEF (yg merupakan Orang dekat Soeharto di KOSTRAD) sempat mendatangi SOEHARTO di RSPAD Jkt untuk melaporkan situasi terkini kondisi di sekitar Lubang Buaya yg terdapat pergerakan Pasukan TNI-AD khususnya yg mayoritas dari CakraBhirawa. Namun SOEHARTO selaku Panglima KOSTRAD yg memegang kendali atas Ribuan Pasukan KOSTRAD TNI-AD se Indonesia, MayJend.TNI SOEHARTO hanya DiAM saja, PURA-PURA TiDAK tau, TiDAK melakukan Tindakan apapun untuk mencegah pergerakan Pasukan TNI-AD yg Tidak dikenal tsb. Sejatinya yg dipersiapkan Presiden SOEKARNO untuk menjadi Presden penggantinya adlh LetJen.TNI AHMAD YANi. Setelah Soeharto resmi berkuasa maka Gunung EMAS di Pulau iRiAN BARAT (PAPUA BARAT) Langsung diserahkan kepada AMERiKA Cq.FREEPORT McMoran. Jauh sebelum kejadian peristiwa G30S/PKI ada peristiwa Penembakan Presiden Amerika yaitu Tertembaknya Presiden JOHN F. KENNEDY oleh orang Misterius. FYi: Presiden SOEKARNO dan Presiden JOHN F. KENNEDY adalah Sahabat karib. Hipotesa saya adalah Presiden JFK Sengaja dihabisi dulu untuk MEMULUSKAN PENCAPLOKAN Kekayaan Sumber Daya Alam iNDONESiA seperti Tambang EMAS PAPUA(Freeport), Tambang Minyak dan Gas(Chevron, Shell, Caltex) , Tambang Nikel(Vale), & Perkebunan Kelapa Sawit, dsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1xbet casino siteleri casino siteleri betpasbahçeşehir escort bahçeşehir escort cossinc cratosslot vdcasino asyabahis sekabet ikitelli eskortsi5.org