Komunitas Yahudi Tumbuh Subur di Negara Calon Markas Pasukan Dajjal

Bandingkan dengan umat Islam yang mencapai 20% dari jumlah penduduk Iran, namun mendapatkan diskriminasi yang teramat kuat. Sekadar contoh, umat Islam sulit mendapatkan masjid untuk shalat Jumat di hampir seluruh wilayah Iran. Di Ahwaz, yang sejatinya wilayah Arab, pembunuhan dan pemenjaraan atas umat Islam atau ulamanya, sudah menjadi pemandangan umum.

Selama ini kita memang ‘dininabobokan’ oleh opini yang berkembang bahwa Iran adalah negara anti-Yahudi. Opini yang selama ini kita telan mentah-mentah. Tak banyak yang tahu bahwa sejatinya Iran berkolaborasi dengan Yahudi untuk menghancurkan umat Islam.

Munculnya agama Syiah yang merupakan gado-gado “Islam”, Yahudi, dan Majusi, yang diciptakan Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi asal Yaman, merupakan salah satu bukti yang menguatkan hubungan ini.

Opini yang digoreng media mainstream internasional yang dikuasai Yahudi nyatanya juga tak pernah terbukti. Kegarangan Iran hanyalah gertak sambal. Belum ada sejarahnya, Iran berkonfrontasi dengan Israel. Demikian juga AS dan sekutunya, tak pernah terbukti menyerang Iran yang diopinikan sering menjadi sasaran kecurigaan AS soal senjata nuklirnya.

Iran memang demikian kondusif sebagai “kawah candradimuka” pasukan militan Yahudi akhir zaman. Semoga yang selama ini mengatakan bahwa Islam dan Syiah hanya beda mazhab, segera kembali punya akal, agar tidak menjadi bagian dari pendukung pasukan Dajjal.

Artikel asli : islampos.com

(Visited 4,272 times, 1 visits today)

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1xbet casino siteleri casino siteleri betpasbahçeşehir escort bahçeşehir escort cossinc cratosslot vdcasino asyabahis sekabet ikitelli eskortsi5.org