Apakah Nabi Khidir Masih Hidup Atau Sudah Wafat?

Al-Khidir atau Khadir (الخضر) ‘alaihissalam adalah nama yang diberikan kepada seorang Nabi misterius yang dikisahkan dalam Surah Al-Kahfi Ayat 65-82. Khidir lebih tepat disebut seorang Nabi, bukan wali. Karena Allah Ta’ala mengkaruniakan banyak kelebihan kepada beliau.

Dalam Surah Al-Kahfi dikisahkan bahwa Nabi Khidir lah yang mengajarkan ilmu hikmah dan kebijaksanaan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam. Namun, asal-usul dan kehidupan Nabi Khidir tidak disebutkan secara detail oleh Al-Qur’an

Dalam dunia para Wali, Nabi Khidir diyakini masih hidup hingga sekarang. Demikian pula Nabi Ilyas, Ilyasa dan Nabi Isa ‘alaihissalam. Benarkah demikian? Menurut Al-Habib Zein bin Ibrahim bin Smith Al-Alawi Al-Husaini dalam tanya jawab akidah ahlussunnah wal jamaah yang dilansir dari Al-Fachriyah mengatakan, bahwa mayoritas ulama sepakat bahwa Nabi Khidhir masih hidup. Hal ini telah diyakini oleh orang-orang khas dan awam.

Ulama besar Imam Ibnu Athailah Assakandari (1250-1309) dalam Lathaifnya berkata: “Para wali di setiap zaman biasa bertemu dengan Nabi Khidhir dan belajar darinya.”

Imam Ibnu Al-Qayyim dalam kitabnya “Mutsirul Gharam as-Sahim” juga meriwayatkan empat hadis shahih tentang hidup Nabi Khadhir ‘alaihissalam. Imam Al-Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwwah meriwayatkan:

إنه لما توفي صلي الله عليه وسلم سمعوا صوتا من ناحية البيت: السلام عليكم اهل البيت ورحمة الله وبركانه كل نفس ذائقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة إن فى الله عزاء في كل مصيبةوخلفا من كل هالك ودركا من كل فائت فبا الله فثقوا وإياه فارجوا فإنما المصاب من حرام الثواب فقال علي كرم الله وجهة : اتدر من هذا ؟ هز الخضير عليه السلام

Ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم wafat, para sahabat mendengar dari sudut rumah ucapan yang artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap dilimpahkan kepada kamu semua Ahli Bait. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Sesungguhnya pada Allah ada pelipuran lara untuk setiap musibah, ada pengganti untuk setiap yang binasa, dan ada teman baru untuk setiap yang berlalu. Maka percayakanlah kepada Allah dan berharaplah kamu semua kepada-Nya. Sesungguhnya musibah bagian dari kemuliaan pahala.”

Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah berkata: “Apakah kamu semua mengetahui siapa dia.” Dia itu adalah Al-Khidhir ‘alaihissalam”.

Sementara itu bagi kalangan yang meyakini bahwa Nabi Khidir sudah wafat berhujjah dengan dalil Al-Qur’an. “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jika kamu mati apakah mereka akan kekal?” (QS Al-Anbiyaa’: 34).

Wallahu A’lam

Artikel asli : sindonews.com

(Visited 23 times, 23 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

bahcesehir escort beylikduzu escort