3 Syarat yang Wajib Dipenuhi agar Taubat Sah dan Diterima Allah SWT

Taubat, bukan sebatas memohon ampunan Allah SWT 

Taubat dilengkapi dengan 3 syarat untuk menjadikannya sah dan sempurna. Jadi jika selama ini hanya sekedar memohon ampun, maka kamu juga perlu tahu dua syarat lainnya, agar taubatmu diterima Allah. 

Imam Nawawi dalam Kitab Riyadhus Shalihin menjelaskan ada tiga syarat taubat pada Allah SWT. Ia menyampaikan bertaubat hukumnya wajib dari segala dosa yang pernah dilakukan.

Dalam kitabnya, Imam Nawawi menjelaskan bahwa jika kemaksiatan terjadi antara seorang hamba dan Allah, maka ada hubungannya dengan hak orang lain.

Oleh sebab itu, taubat adalah suatu keniscayaan yang harus dilakukan setiap manusia.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang sebenar-benarnya/ semurni-murninya).” (QS At-Tahrim: 8)

Untuk bertaubat maka seorang muslim harus memenuhi tiga syarat. Diantaranya adalah berhenti melakukan kemaksiatan, perasaan menyesal dan juga tidak mau mengulangi lagi kemaksiatan.

Berikut penjelasan 3 syarat yang diperlukan untuk bertaubat:

Berhenti Melakukan Kemaksiatan

Saat muncul keinginan untuk bertaubat, maka sejak saat itulah kamu perlu menghentikan perbuatan maksiat yang kamu lakukan.

Selain menjadikan Allah SWT sebagai alasan, kamu juga perlu membuat sebuah tujuan besar sebagai motivasi untuk menghentikan perbuatan maksiat tersebut.

Misal, kamu kerap menjalin hubungan yang terlalu intim dengan pasangan hingga melanggar syariat Islam.

Maka buat komitmen untuk segera menghentikan perbuatan zina atau perilaku-perilaku yang dekat dengan zina.

Kamu bisa membuat motivasi seperti, ingin menjalin hubungan intim pertama dengan pasangan halal, ingin menjaga kesehatan organ intim dan menghindari berbagai penyakit, dan lainnya.

Merasa Menyesal Melakukan Kemaksiatan 

Syarat kedua yang perlu kamu lakukan adalah merasa menyesal telah melakukan perbuatan maksiat.

Merasa menyesal seolah suatu hal yang ringan, tapi hal ini jadi benar-benar berat bagi mereka yang kecanduan melakukan perbuatan maksiat.

Bahkan tak jarang, orang yang telah berbuat maksiat malah bangga dengan kesalahan dan dosa yang mereka lakukan. Ada pula yang sampai membangga-banggakan perbuatan maksiatnya di media sosial dan diceritakan kepada banyak orang.

Naudzubillahi min dzalik. Jangan sampai kita mengalami hal serupa, dimana hati benar-benar sudah mati dan berkarat sehingga sulit menyadari kesalahan yang telah dilakukan.

Komitmen Tak Mengulangi Perbuatan Maksiat 

Berniat tidak mengulangi perbuatan maksiat tersebut selama-lamanya. Kurangi banyak kekhawatiran atau keraguan saat membuat komitmen untuk tak mengulangi perbuatan maksiat tersebut.

(Visited 237 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1xbet casino siteleri casino siteleri betpasbahçeşehir escort bahçeşehir escort cossinc cratosslot vdcasino asyabahis sekabet ikitelli eskortsi5.org