Cerita Gus Baha Tentang Kisah Seorang Wali yang Hobi Bermain Sepak Bola

Cerita Gus Baha

Cerita Gus Baha.

Acara pesta sepak bola Piala Eropa 2021 sekarang jadi fokus perhatian dunia di tengah-tengah wabah sekarang ini. Acara bola ini juga jadi selingan untuk pencinta bola di Tanah Air.

Ada satu pengkajian menarik dikatakan ulama tafsir Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) berkaitan sepak bola. Pengasuh Pondok pesantren Tahfidz Qur’an LP3IA Kragan, Kabupaten Rembang itu bercerita peristiwa Wali yang menyukai sepak bola pada sebuah pengkajiannya bersama santri.

Merilis dari portal Islam iqra.id, KH Ahmad Bahauddin Nursalim menjelaskan cerita waliyullah Imam Sya’roni (meninggal dunia 973 H/1565 M) berjumpa Wali yang menyenangi sepak bola. Berikut narasi Gus Baha:

Saya banyak belajar itu untuk kalian sebagai umatnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Saya ini punyai pigura yang tercatat:

يا بني، إني أكثر العلم لأكثر الشهادة أن رحمته الله عمت ووسعت كل شيء

(Ya bunayya inni uksirul ‘ilma liuksira syahadah anna rahmatahu ‘ammat wa wasi’at kulli syai-in)

Saya warisankan ke anak-anak saya, “Cung saya dahulu banyak belajar bukan lantaran ingin disebutkan alim, tetapi cuman ingin memahami begitu luasnya karunia Allah, hingga saya dapat takzhim (hormat) ke semua umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW.”

Saya pernah belajar kitab wali, Kitabnya Imam Sya’roni. Namanya kitab yakni Al-Minan Al-Kubro. Imam Sya’roni itu wali kelas berat. Imam Sya’roni populer pengarang kitab Manaqib.

Manaqib Syekh Abdul Qodir ialah ceritanya Syekh Al-Barzanji, tetapi beliau mengarah Kitab Manaqib yang dikarang oleh Imam Sya’roni.

Imam Sya’roni berulang-kali dibuat malu oleh wali yang lain. Ia pernah berjumpa orang bercelana pendek sedang main sepak bola pada sebuah pantai.

Tetapi, ini tidak boleh diikuti, agar kamu ketahui. Beliau bercelana pendek ya kemungkinan pendeknya dekat lutut. Beliau (Imam Sya’roni) ingkar, “Orang sore-sore kok menggunakan celana pendek, main bola di pantai”.

Rupanya saat beliau pulang, beliau menyaksikan orang antara langit dan bumi duduk di bangku, lalu beliau diundang:

“Wahai Sya’roni, kamu tidak punyai malu dengan saya. Orang barusan yang bermain sepak bola itu wali Abdal. Kamu itu wali baru kok tidak mempunyai santun.”

Untuk dipahami, dalam pengetahuan tasawuf, Wali Abdal ialah satu kelompok orang dipilih yang mempunyai posisi mulia disamping Allah. Mereka ialah manusia alternatif yang dikasih anugerah khusus seperginya Beberapa Nabi.

(Visited 148 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

halkalı escort akbatı escort bursa escort izmir escort bahçeşehir escort 1xbet casino siteleri betpas shell shockers unblocked kiralık çadır
kayseri escort sakarya escort bayan adapazarı escort sakarya escort webmaster forum